- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Gua Pattunuang
- Kabupaten Bantaeng
- Kabupaten Barru
- Kabupaten Bone
- Kabupaten Bulukumba
- Kabupaten Enrekang
- Kabupaten Gowa
- Kabupaten Jeneponto
- Kabupaten Luwu
- Kabupaten Luwu Timur
- Kabupaten Luwu Utara
- Kabupaten Maros
- Kabupaten Pangkajene Kepulauan
- Kabupaten Pinrang
- Kabupaten Selayar
- Kabupaten Sidenreng Rappang
- Kabupaten Sinjai
- Kabupaten Soppeng
- Kabupaten Takalar
- Kabupaten Tana Toraja
- Kabupaten Wajo
- Kota Makassar
- Kota Palopo
- Kota Pare-Pare
(IANNnews) Sulawesi Selatan - Gua Pattunuang merupakan kawasan taman wisata yang memiliki 40 gua. Gua-gua di kawasan taman wisata ini masih asri dan beloun rusak akibat ulah manusia. Selain kaya akan ornamen-ornamen gua yang indah, gua ini juga memiliki panorama alam yang tidak kalah indahnya. Sungai yang diapit tebing yang terjal menajadi nilai tambah tersendiri bagi taman wisata ini.
Umumnya, gua yang berada di kawasan taman wisata Gua Pattunuang mudah untuk dijangkau dengan kedalaman 30 meter. Selain kaya akan stalaktit dan stalagmit yang menakjubkan, berbagai spesies flora dan fauna yang tergolong langka juga dapat Anda jumpai di kawasan ini.
Didalam kawasan ini juga terdapat sebuah batu besar berbentuk perahu yang menyimpan legenda yang menarik, menurut cerita konon pada saman dahulu seorang saudagar China yang datang untuk melamar dan mempersunting gadis Semanggi namun karena lamarannya ditolak, akhirnya karena mendapat malu saudagar tersebut kemudian mengharamkan perahunya, perahunya inilah yang kemudian pada akhirnya menjadi batu.
Sekarang oleh masyarakat di Desa Semangi menyebut batu tersebut Biseang Labboro, yang artinya perahu yang terdampar.
Pada akhir pekan kawasan ini banyak dikunjungi khususnya remaja yang melakukan Camping, Caving (penelusuran gua), panjat tebing atau sekedar menikmati panorama alam, sungai dan flora-fauna khas yang terdapat didalamnya.
Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (BALAI TN. BABUL) sebagai institusi pemerintah yang bertanggungjawab dalam hal pengelolaan kawasan konservasi, telah membangun beberapa fasilitas dikawasan ini antara lain: Fasilitas Camping Ground, Sheller, Jalan Trail Wisata, WC dan Pos Pelayanan Tiket.

Provinsi
