Luv Indonesian Culinary - luvinary.com

Pulau Enggano

Pulau  Enggano adalah salah satu pulau terluar di Indonesia, secara administratif  berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu. Pulau dengan luas wilayah  40 km persegi ini terletak di zona perairan Samudra Hindia pada posisi antara  102,05o BT dan 5,17o sampai 5,31o LS. Sebagai sebuah kecamatan tersendiri,  Enggano secara administratif terdiri dari 3 pulau kecil yaitu: Pulau Dua, Pulau  Bangkai, dan Pulau Merbau. Kecamatan Enggano terbagi dalam 6 Desa yaitu Desa  Kahyapu, Desa Kaana, Desa Malakoni, Desa Apoho, Desa Meok, dan Desa Banjar  Sari. Adapun jumlah penduduk di pulau ini sekitar 3.000 jiwa (tahun 2002), yang  tersebar di 6 desa tersebut.

Pulau yang  sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai nelayan dan petani kelapa  sawit ini secara ekologi sangat kaya dengan sumber daya alam, baik yang  terdapat di daratan maupun di perairan lautnya. Namun, ekosistem Enggano sangat  rentan rusak, karena struktur pulaunya yang tersusun dari batu karang dengan  ketebalan tanah permukaan sangat tipis, hanya 1—2 meter saja.

Pulau  Enggano merupakan pulau yang relatif masih alami dan belum banyak tersentuh  oleh agenda-agenda pembangunan. Namun, hal ini justru menjadi berkah tersendiri  bagi pulau ini, karena keaslian kondisi alamnya relatif masih terjaga.

Di dalam pulau  yang dikelilingi hamparan pasir putih yang sangat luas ini, terdapat dua obyek  wisata yang indah dan cukup terkenal, yaitu Taman Burung Gunung Nanu’ua dan Pantai Humo. Di Taman Burung Gunung Nanu’ua,  terdapat dua spesies burung langka yang dilindungi oleh pemerintah, yaitu  Burung Kacamata Enggano dan Burung Celepuk Enggano. Selain di Taman Burung Gunung  Nanu’ua, spesies burung sebaran-terbatas itu juga sesekali dapat dijumpai di lahan  pertanian, terutama perkebunan kelapa, dan lahan-lahan terbuka di sekitar  perkampungan.

Selanjutnya  beralih ke Pantai Humo. Pantai yang terkenal dengan hamparan pasir putihnya  yang halus ini memiliki ekosistem laut yang cukup kaya. Di sepanjang bibir  pantai, pengunjung dapat menjumpai banyak kepiting dan hewan-hewan kecil  bercangkang yang berkeliaran secara bebas. Di pantai ini juga hidup berbagai  jenis ikan-ikan kecil berwarna-warni yang sering berenang di tepi pantai dan  dapat dilihat dengan mata telanjang. Yang paling sering dijumpai adalah ikan berwarna  biru dengan strip kuning-putih dan ikan berwarna merah dengan variasi putih dan  perak di tubuhnya.

Selain  itu, pantai yang memanjang sekitar dua kilometer dari utara ke selatan, dengan  lebar sekitar 200 meter dari tepi laut ini juga memiliki kumpulan karang—atau  oleh masyarakat setempat disebut tubiran—yang dapat digunakan sebagai titian  untuk berjalan agak ke tengah laut. Tubiran yang mirip dermaga ini juga sering  digunakan oleh pengunjung dan masyarakat setempat sebagai tempat memancing. Lokasinya  yang menjorok ke laut membuat tubiran ini menjadi habitat bagi berbagai jenis  ikan laut.

Selain  memiliki dua lokasi wisata yang indah tersebut, Pulau Enggano juga memiliki  keistimewaan lainnya, yaitu hutan bakau yang sangat lebat yang secara alamiah  berfungsi sebagai penahan laju abrasi pantai. Di hutan bakau ini, hidup beraneka  jenis burung, seperti burung pelatuk, burung pergam enggano, burung beo, burung  nuri, burung kakatua, dan berbagai jenis burung lainnya.

Pulau  Enggano terletak di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi  Bengkulu, Indonesia. Dari  Bengkulu, waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Pulau Enggano adalah sekitar 12  jam dengan menggunakan jalur laut. Namun, perjalanan menggunakan kapal fery  menuju Pulau Enggano tidak berlangsung setiap hari, karena kondisi cuaca yang  sering labil. Dalam satu minggu, perjalanan menuju Pulau Enggano hanya sebanyak  dua kali, itupun seringkali tidak dapat dipastikan harinya, karena faktor cuaca  yang labil tersebut. Begitu juga sebaliknya, perjalanan arus balik dari Enggano  menuju Bengkulu juga terjadi dua kali dalam seminggu, tentunya dengan kondisi  yang sama, jadwalnya dapat berganti-ganti hari karena menggantungkan pada  kondisi cuaca.

Bagi pengunjung  yang ingin menyambangi dan berkeliling di Pulau Enggano, sebaiknya membawa  sepeda motor sendiri. Sebab, di pulau ini satu-satunya angkutan umum adalah  sebuah truk dan sebuah bus. Kedua jenis angkutan umum itu hanya beroperasi di  hari-hari kedatangan dan keberangkatan kapal saja, sehingga di hari-hari biasa nyaris  tidak ada angkutan umum yang beroperasi.

 

www.wisatamelayu.com