Luv Indonesian Culinary - luvinary.com

Pecel Pitik Banyuwangi, dari Selamatan Naik Kelas ke Restoran

Selasa,2017-07-11,13:54:17
pecel-pitik-banyuwangi-dari-selamatan-naik-kelas-ke-restoran | Luvinary.com - Luv Indonesian Culinary
Pecel pitik di Banyuwangi, Jawa Timur.

BANYUWANGI - Setiap tahun, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur selalu menggelar Festival Kuliner yang mengangkat makan tradisional Banyuwangi.

Jika sebelumnya makanan yang dikenalkan adalah rujak soto dan sego cawuk, tahun ini kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa mengangkat makanan yang sebelumnya hanya hadir saat selamatan desa di masyarakat Suku Using yaitu pecel pitik.

Pecel pitik menggunakan bahan utama ayam kampung yang masih muda. Setelah disembelih, ayam kampung dibersihkan lalu dipanggang secara utuh di perapian. Api harus dijaga agar daging ayam tidak gosong dan matang merata.

Membakar ayam secara tradisional memang membutuhkan waktu yang lama serta keahlian khusus.

Sedangkan bumbu yang digunakan sangat sederhana yaitu kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula. Setelah dihaluskan, bumbu dicampur dengan parutan kelapa muda. Penyajiannya cukup menarik. Ayam yang telah dipanggang lantas disuwir menggunakan tangan.

Untuk memisahkan tulang juga harus menggunakan tangan dan dilarang menggunakan pisau. Setelah menjadi bagian kecil, ayam akan dicampur dengan parutan kelapa muda yang sudah dibumbui. Agar lebih nikmat juga bisa dicampur dengan sedikit air kelapa.

Peserta Festival Banyuwangi Kuliner.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
"Saat memasak pecel pitik dilarang keras banyak bicara. Harus diam dan banyak berdoa. Kalau zaman dulu perempuan yang masak harus dalam keadan suci tidak boleh menstruasi," kata Bu Cip, warga Desa Kemiren yang sering menerima pesanan pecel pitik untuk selamatan.

Pecel pitik di kalangan masyarakat Suku Using adalah akronim dari "diucel-ucel perkara hang apik," yang artinya kurang lebih dilumuri dengan bebagai perkara yang baik.

"Saat masak pecel pitik ada banyak doa baik untuk keluarga, untuk desa dan semuanya. Apalagi ini untuk selamatan," jelas Bu Cip.

Sementara itu pada Festival Banyuwangi Kuliner Pecel Pitik yang diadakan di Taman Blambanga, sebanyak 187 peserta menyajikan menu pecel pitik yang ditata apik di meja sajian.

Anik, salah satu peserta dari Kecamatan Glagah mengaku tidak tidur untuk menyiapkan sajian pecel pitik. "Kalau malam saya siapkan hiasan dan ukiran penyajiannya. Kalau masak ayamnya mulai subuh biar rasanya masih fresh. Makanan ini kan nggak tahan lama," katanya.

Untuk anggaran, Anik mengaku menghabiskan sekitar Rp 300.000.

Wisatawan Amerika sedang menikmati pecel pitik di Desa Wisata Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada KompasTravelmenjelaskan setiap tahun Kabupaten Banyuwangi menyajikan tema yang berbeda untuk mempromosikan khazanah kekayaan kuliner lokalBanyuwangi.

"Sebelumnya ada sego tempong, rujak soto dan sego cawuk. Semua makanan itu sudah sangat populer sekarang dan banyak yang cari. Nah semoga tahun ini pecel pitik juga semakin dikenal. Sekarang beberapa rumah makan dan restoran di Banyuwangi juga sudah menyediakanpecel pitik. Jadi nggak usah nunggu selamatan setahun sekali untuk makan pecel pitik," kata Anas.

Festival Banyuwangi Kuliner Pecel Pitik menghadirkan chef Juna yang melakukan demo masak dan mencontohkan penyajian pecel pitik yang lebih menarik.

"Saya sering dengar Banyuwangi. Warganya ramah, kulinernya unik-unik. Ada ciri khas pada kuliner Banyuwangi yang tak ditemui di tempat lain, seperti pada aspek perpaduan bumbu dan bahkan perpaduan jenis makanan. Rasanya enak. Tapi rasa enak tidak cukup, harus disajikan dengan menarik," kata Juna.

Chef Juna melakukan demo masak pecel pitik. Selain memanggang ayam, dia juga membuat bumbu rempahnya yang terdiri atas bawang merah 6 butir dan bawang putih 3 siung, lalu ditambah cabe rawit warna oranye dan tiga cabai merah.

Chef Juna memasak pecel pitik di Festival Banyuwangi Kuliner.(KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI)
Menurut Juna, kuliner pecel pitik ini olahan yang berbeda dari masakan nusantara lainnya, khususnya yang menggunakan ayam.

"Olahan pecel pitik ini khasnya pada kelapanya. Biasanya ayam dimasak dengan bumbu, tapi di Banyuwangi dimasak dengan bumbu, kelapa, dan ditambah kacang, jadi triple, dan masaknya bareng. Hasilnya pecel pitik kaya rasa dan enak. Ini kuliner nusantara yang unik," tambah Juna.

 

 

PenulisKontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati

EditorI Made Asdhiana 

Lihat Juga Lowongan Kerja Terbaru:
Crew Restaurant (Counter - Kitchen) PT Multirasa Nusantara ( YOSHINOYA)/td>
Berita Terkait
jobs-to-success